Minggu, 06 Juli 2014

Lontong Kecap di Nganjuk



Lontong Kecap di Nganjuk
            Bubur ayam di Nganjuk dijual di mana?
Dimana penjual lontong kecap di Nganjuk?
Sabtu, 5 Juli 2014 menjelang berbuka puasa saya berputar-putar bersama istri saya mencari bubur ayam di kota Nganjuk. Mulai Jl. dr. Sutomo, yakni daerah Gedung Juang 45; Jl. Ahmad Dahlan; memutari alon-alon Nganjuk, yakni Jl. Basuki Rahmat; Jl. Ahmad Yani, kawasan pusat pertokoan kota Nganjuk; Jl. Yos Sudarso, daerah swalayan Prima; Jl. Gatot Subroto; sampai Jl. Imam Bonjol, daerah RSI Nganjuk. Saya tulis daerahnya sebab saya dan mungkin sebagian besar orang Nganjuk tidak hafal nama-nama jalan di kota Nganjuk. Orang biasanya lebih hafal nama tempat. Misalnya nama rumah sakit, nama gedung, maupun lampu merah.
            Akhirnya saya tidak menjumpai penjual bubur ayam. Namun, lebih mudah menemukan penjual bubur kacang ijo, soto ayam, dan es oyen. Setiba di rumah saya baru ingat ponsel saya bisa dipakai internetan. Saya ketik “bubur ayam di Nganjuk”. Memang harus sabar dan jeli mencari di setiap situs. Dalam situs wisatakompasiana.com tertulis memang sulit menemukan penjual bubur ayam di kota Nganjuk. Akhirnya di situs www.inijie.com ada tulisan tentang bubur ayam Jakarta namanya Elisabeth Jl. Imam Bonjol. Lokasinya di pertigaan Jl. Dr. Sutomo dan Jl. Imam Bonjol. Katanya dekat Karaoke NAV. Sejujurnya saya belum tahu persis tempatnya walaupun sudah ada petunjuk jalan.
            Dalam inijie.com juga ditulis lebih lengkap tentang bubur ayam Jakarta itu. Misalnya harganya, jam buka, sampai apa saja isi dari bubur ayam dan rasanya. Sepertinya juga ada foto rombong tempat jualan. Harganya satu porsi Rp 7.000,00. Buka antara jam 06.00-11.00. Saat libur tetap buka.
Itulah yang menginspirasi saya menulis jenis makanan lain, khususnya wisata kuliner di Kota Nganjuk. Saya awali dengan makanan lontong kecap. Di desa saya makanan itu juga disebut tepo. Mungkin pembaca sudah bisa membayangkan jenis makanan ini dari namanya. Makanan ini terbuat dari beras yang dikukus dengan daun pisang. Umumnya ditaburi tahu goreng yang diiris-iris, kecambah, kacang goreng, dan daun seledri. Sambalnya berupa sambal kecap. Dulu di desa-desa biasanya ada warung yang menjualnya. Namun, kini terutama di daerah saya sudah tidak ada lagi yang jual. Mungkin di desa sepi pembeli.
Di kota Nganjuk yang saya tahu ada tiga penjual. Pertama di Jl. dr. Sutomo, di selatan jalan, di depan swalayan Cahaya. Ada tulisan “lontong” di benner di gerobaknya. Satu porsi Rp 5.000,00. Biasa buka sekitar jam 16.00. Kedua di Kelurahan Bogo. Di depan RSUD Nganjuk bagian barat ada jalan ke selatan. Kurang lebih 50 m. Persis setelah perempatan pertama dari utara tersebut ada warung permanen dengan cat kuning. Biasa buka jam 17.00 ke atas. Seporsi harganya Rp 4.000,00. Saat ini jika pagi warung ini jualan nasi pecel. Saya sudah mengenal warung kedua ini lebih dari 5 tahun dan masih tetap berjualan sampai sekarang.
Ketiga ada di daerah Puyang. Biasanya juga buka sore hari, sekitar  jam 16.00. Dari perempatan lampu merah Cangkringan ke selatan, kira-kira 1,5 km. Letaknya di barat jalan. Tidak ada keterangan nama di warung yang semi permanen ini. Warungnya juga semi permanen, dibangun persis di pinggir jalan. Jadi, orang bisa sulit menemukannya. Biasanya tahu baru digoreng setelah kita memesan lontong kecap. Seporsi lontong kecap disitu Rp 5.000,00.
Secara pribadi jika membeli lontong kecap saya memilih warung yang kedua. Harganya lebih murah. Porsinya juga standar. Rasanya juga lebih nendang. Tempatnya nyaman dan tidak ramai. Namun, soal selera kembali ke lidah pembaca. Di warung pertama, porsinya lebih sedikit daripada di tempat kedua. Porsi yang lebih banyak adalah di tempat ketiga. Sampai tulisan ini saya tulis ketiganya setahu saya masih berjualan.
Mungkin tulisan ini bisa menjadi informasi wisata kuliner Anda. Khususnya untuk jenis makanan yang satu ini. Tentu saja ini sekadar informasi sehingga bisa berubah. Misalnya soal harga maupun rasa. Tulisan ini sekaligus promosi gratis untuk penjual makanan. Syukur jika penjualnya tahu saya promosikan lewat internet dan saya diberi gratis satu porsi lontong kecap saat saya membeli. Akan tetapi, itu kemungkinan kecil sebab penjual ketiga lontong kecap itu adalah ibu-ibu yang mungkin tidak tahu internet. Atau mungkin Anda yang ingin mentraktir saya?

1 komentar:

  1. Hahaha foto lontongnya mana? Kok gak ada? Aku juga bikin feature tentang kuliner Nganjuk lho di blog. Ada menunya tuh. Cari aja di bagian "Kuliner".

    Btw, blogku ganti ke http://adiedoes.blogspot.com/ ya :)

    BalasHapus