LATIHAN SOAL SOSIOLOGI
Bab 1 — Pengantar Sosiologi
Soal Berbasis HOTS (Higher Order
Thinking Skills)
|
Nama Sekolah |
MAN 2 Nganjuk |
|
Mata Pelajaran |
Sosiologi |
|
Kelas / Fase |
X (Sepuluh) / Fase E |
|
Kurikulum |
Kurikulum Merdeka |
|
Tahun Ajaran |
2026/2027 |
|
Guru Mata Pelajaran |
Puguh Utomo, S.Sos. |
|
Jumlah Soal |
20 (15 Pilihan Ganda + 5
Uraian) |
|
Alokasi Waktu |
90 menit |
Petunjuk Pengerjaan:
1.
Bacalah setiap soal
dengan cermat sebelum menjawab.
2.
Kerjakan soal pilihan
ganda dengan memilih satu jawaban yang paling tepat.
3.
Kerjakan soal uraian
dengan menuliskan analisis dan argumen secara logis, bukan sekadar mengulang
definisi.
4.
Kunci jawaban dan
pembahasan tersedia pada halaman terakhir dokumen ini.
Bagian
A — Pilihan Ganda
Seorang
sosiolog meneliti pengaruh urbanisasi terhadap struktur keluarga dengan cara
mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, bukan
sekadar menduga-duga.
1. Kegiatan penelitian tersebut paling tepat mencerminkan
ciri sosiologi sebagai ilmu yang bersifat ....
A. Empiris
B. Teoretis
C. Kumulatif
D. Non-etis
E. Normatif
Teori
tentang solidaritas sosial yang dikemukakan Émile Durkheim disusun dengan
memperbaiki dan mengembangkan pemikiran-pemikiran sosiolog sebelumnya, termasuk
Auguste Comte.
2. Proses penyempurnaan teori secara berkesinambungan
seperti pada ilustrasi tersebut menunjukkan ciri sosiologi yang ....
A. Empiris
B. Kumulatif
C. Non-etis
D. Deduktif
E. Ideologis
Dalam
mengkaji fenomena pengangguran akibat otomatisasi industri, seorang sosiolog
hanya menjelaskan faktor penyebab dan dampaknya, tanpa menilai apakah pekerja
yang menganggur itu "bersalah" atau "malas".
3. Sikap ilmiah sosiolog tersebut mencerminkan ciri
sosiologi yang bersifat ....
A. Teoretis
B. Empiris
C. Non-etis
D. Kumulatif
E. Preskriptif
Setelah
mengamati pola interaksi remaja pengguna media sosial di beberapa kota, seorang
peneliti menyusun konsep umum tentang "budaya validasi digital" yang
dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena serupa di tempat lain.
4. Aktivitas menyusun abstraksi dari hasil observasi
menjadi konsep umum tersebut menunjukkan sosiologi bersifat ....
A. Empiris
B. Non-etis
C. Kumulatif
D. Teoretis
E. Spekulatif
Seorang
guru sosiologi menjelaskan bahwa yang dikaji sosiologi bukan hanya
"masyarakat" secara umum, melainkan secara khusus hubungan
antarmanusia dan pengaruhnya terhadap kehidupan bersama.
5. Penjelasan guru tersebut sedang menekankan pembahasan
tentang ....
A. Objek material sosiologi
B. Objek formal sosiologi
C. Metode kuantitatif
D. Fungsi sosiologi
E. Paradigma sosiologi
Auguste
Comte berpendapat masyarakat dapat dipelajari secara ilmiah layaknya ilmu alam
melalui pengamatan objektif (positivisme), sedangkan Max Weber menekankan
pentingnya memahami makna subjektif di balik tindakan sosial individu
(verstehen).
6. Perbedaan mendasar antara pendekatan Comte dan Weber
dalam memahami masyarakat terletak pada ....
A. Comte fokus pada individu, Weber fokus pada struktur
sosial
B. Comte menekankan observasi objektif, Weber menekankan
pemahaman makna di balik tindakan
C. Comte menolak metode ilmiah, Weber mendukungnya
sepenuhnya
D. Comte dan Weber memiliki pandangan yang sama tentang
masyarakat
E. Comte mengkaji ekonomi, Weber mengkaji agama semata
Seorang
peneliti ingin memahami alasan dan makna di balik keputusan sekelompok remaja
bergabung dengan komunitas motor melalui wawancara mendalam dan penghayatan
atas sudut pandang mereka.
7. Pendekatan yang digunakan peneliti tersebut paling
sesuai dengan gagasan tokoh sosiologi bernama ....
A. Auguste Comte
B. Émile Durkheim
C. Max Weber
D. Karl Marx
E. Herbert Spencer
Dalam
industri layanan transportasi daring, sebagian pengemudi menuntut kesejahteraan
yang lebih baik karena merasa nilai kerja mereka tidak sebanding dengan
keuntungan yang diperoleh perusahaan aplikasi.
8. Fenomena tersebut paling relevan dianalisis menggunakan
kerangka pemikiran tokoh sosiologi ....
A. Auguste Comte, tentang hukum tiga tahap
B. Émile Durkheim, tentang fakta sosial
C. Max Weber, tentang birokrasi
D. Karl Marx, tentang konflik kelas
E. Herbert Spencer, tentang evolusi sosial
Seorang
peneliti ingin mengetahui rata-rata durasi penggunaan media sosial siswa SMA/MA
di suatu kabupaten dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 500 responden.
9. Metode penelitian yang paling tepat digunakan peneliti
tersebut adalah ....
A. Studi kasus
B. Wawancara mendalam
C. Observasi partisipatif
D. Metode kuantitatif
E. Etnografi
Seorang
mahasiswa ingin memahami secara mendalam alasan warga sebuah kampung
mempertahankan tradisi gotong royong di tengah arus modernisasi, dengan tinggal
dan berinteraksi langsung bersama warga selama beberapa bulan.
10. Pendekatan penelitian yang paling sesuai untuk kasus
tersebut adalah ....
A. Survei berskala besar
B. Metode kuantitatif dengan angket tertutup
C. Metode kualitatif melalui observasi partisipatif
D. Studi statistik deskriptif
E. Eksperimen laboratorium sosial
Munculnya
sosiologi pada abad ke-19 di Eropa tidak dapat dilepaskan dari guncangan besar
akibat Revolusi Industri dan Revolusi Prancis yang mengubah tatanan sosial
masyarakat secara drastis.
11. Keterkaitan antara peristiwa sejarah tersebut dengan
lahirnya sosiologi menunjukkan bahwa ....
A. Sosiologi lahir tanpa kaitan dengan peristiwa sosial
tertentu
B. Perubahan sosial besar mendorong kebutuhan akan ilmu
yang mampu menjelaskan tatanan masyarakat yang baru
C. Revolusi Industri hanya berkaitan dengan ilmu ekonomi,
bukan sosiologi
D. Sosiologi muncul sebagai reaksi terhadap ilmu alam
semata
E. Revolusi Prancis tidak memiliki dampak sosial apa pun
Pemerintah
daerah menggunakan hasil kajian sosiologi tentang pola kemiskinan di suatu
wilayah sebagai dasar untuk merancang program bantuan sosial yang lebih tepat
sasaran.
12. Ilustrasi tersebut menunjukkan fungsi sosiologi dalam
....
A. Penelitian murni tanpa tujuan praktis
B. Perencanaan sosial (social planning)
C. Penilaian moral terhadap masyarakat miskin
D. Pembentukan hukum pidana
E. Pengembangan teknologi informasi
Dua
orang siswa berdebat: Siswa A menyatakan bahwa fenomena tawuran pelajar terjadi
murni karena pelakunya "nakal dan tidak bermoral". Siswa B menyatakan
perlu dikaji faktor sosial seperti pola asuh, tekanan kelompok, dan kondisi
ekonomi tanpa terburu-buru menghakimi.
13. Cara pandang siswa B lebih mencerminkan prinsip kajian
sosiologis karena ....
A. Menghindari kajian ilmiah terhadap masalah sosial
B. Menilai pelaku secara moral sebagai fokus utama
analisis
C. Menjelaskan fenomena sosial secara objektif
berdasarkan faktor-faktor penyebab, bukan sekadar penilaian baik-buruk
D. Mengabaikan data dan bukti di lapangan
E. Menyamakan sosiologi dengan ilmu hukum
Di
media sosial berkembang tren "flexing" atau memamerkan kekayaan dan
gaya hidup mewah yang memengaruhi standar keberhasilan di kalangan remaja
perkotaan.
14. Jika dikaji melalui objek kajian sosiologi, fenomena
tersebut merupakan bagian dari realitas sosial yang terkait dengan ....
A. Gejala alam yang tidak dapat dijelaskan secara sosial
B. Interaksi sosial dan pengaruhnya terhadap nilai serta
perilaku dalam kehidupan bersama
C. Fenomena yang hanya dapat dijelaskan melalui ilmu
ekonomi
D. Fakta yang berada di luar jangkauan kajian sosiologi
E. Fenomena individual yang tidak memiliki dimensi sosial
Seorang
peneliti ingin mengkaji efektivitas program pemberdayaan UMKM di suatu desa. Ia
mengombinasikan data statistik jumlah UMKM yang berkembang dengan wawancara
mendalam terhadap beberapa pelaku usaha untuk memahami pengalaman mereka.
15. Strategi penelitian yang digunakan peneliti tersebut
adalah ....
A. Metode kuantitatif murni
B. Metode kualitatif murni
C. Kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif agar data
lebih komprehensif
D. Metode yang tidak dikenal dalam kajian sosiologi
E. Observasi tanpa data pendukung
Bagian
B — Uraian (Esai)
16. Sosiologi disebut sebagai ilmu yang bersifat non-etis
karena tidak menilai baik-buruknya suatu fenomena sosial, namun di sisi lain
hasil kajian sosiologi kerap digunakan sebagai dasar rekomendasi kebijakan
sosial. Analisislah, mengapa kedua hal tersebut tidak saling bertentangan?
Berikan contoh untuk memperkuat analisismu.
17. Bandingkan pendekatan Auguste Comte (positivisme) dan
Max Weber (verstehen) dalam memahami masyarakat. Menurutmu, pendekatan mana
yang lebih relevan digunakan untuk memahami maraknya fenomena
"flexing" di media sosial? Jelaskan alasanmu.
18. Sebuah desa mengalami peningkatan pengangguran akibat
otomatisasi mesin di pabrik tekstil setempat. Rancanglah kerangka penelitian
sosiologi sederhana untuk mengkaji masalah tersebut, meliputi: (a) tujuan
penelitian, (b) objek kajian, dan (c) metode yang digunakan beserta alasannya.
19. Jelaskan keterkaitan antara ciri kumulatif sosiologi
dengan perkembangan pemikiran dari Auguste Comte, Émile Durkheim, hingga Max
Weber. Mengapa proses tersebut penting bagi perkembangan sosiologi sebagai
ilmu?
20. Evaluasilah pernyataan berikut: "Sosiologi hanya
relevan untuk mengkaji masalah sosial berskala besar, seperti kemiskinan
nasional atau konflik antarnegara, bukan kehidupan sehari-hari yang
sederhana." Setujukah kamu dengan pernyataan tersebut? Berikan argumen
berdasarkan konsep objek kajian dan realitas sosial dalam sosiologi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar