Minggu, 21 Februari 2010

Handphone-ku yang Jadul

Handphone-ku yang Jadul

Handphone (hp) itu saya beli tanggal 12 Desember 2005 seharga Rp 475.00,00. Saya membeli hp second atau hp bekas itu saat saya masih kuliah di Jember. Kira-kiranya saya membeli hp itu saat saya duduk di semester V. Meskipun hp bekas, tetapi saat membelinya di sebuah counter, hp itu masih garansi pabrik selama kira-kira tiga bulan. Waktu itu, saya membelinya bersama dengan seorang teman yang tahu tentang per-hp-an.

Tentu saja dalam tulisan ini saya tidak menyebut merek, tetapi dari sedikit ciri-ciri tersebut mungkin dapat dibuat kesimpulan tentang hp saya tersebut. Apabila kesimpulannya pada masa kini, barangkali hp itu adalah hp jaman dulu alias hp jadul. Tentu saja kesimpulan itu jika dibandingkan dengan hp milik orang-orang masa sekarang yang umumnya lebih baik daripada hp saya itu.

Beberapa ciri lainnya akan menguatkan bahwa hp saya ini hp jadul. Layarnya berwarna hijau muda, tidak color. Keypad-nya cukup berisik jika dipakai untuk mengetik pesan pendek. Kemudian, nada deringnya monophonic. Memorinya pun cukup terbatas, yakni di phone book hanya dapat menampung 50 nomor telepon.

Sekali lagi dari ciri tersebut mungkin disimpulkan bagaimana hp saya itu secara fisik. Sekali lagi saya juga tidak bisa menyebut merek maupun tipe hp. Apabila saya menyebut merek maupun tipe hp maka saya tergolong mempromosikan hp tersebut. Lagi pula, saya tidak dibayar untuk itu.

Sekadar diketahui, hp itu tergolong telah lama saya pakai, yakni sejak pertama membelinya sampai sekarang. Jadi, sampai sekarang saya telah menggunakannya selama empat tahun lebih. Selama saya memakainya, alhamdulillah saya juga belum pernah berganti nomor, SIM card.

Sebetulnya, kesadaran bahwa hp saya itu tergolong jadul adalah dari seorang tukang cukur rambut. Kira-kira sebulan yang lalu di tempat cukur langganan saya itu beliau mengatakan (entah bertanya, entah memberitahu) “kok punya hp lama (jadul)?”. “Ya”, jawa saya. Saya kemudian mengatakan bahwa “yang penting bisa dipakai untuk menerima dan menjawab telepon maupun pesan pendek”. Beberapa saat kemudian, beliau menunjukkan hp miliknya yang ternyata malah lebih jadul dari hp saya.




2 komentar:

  1. Hp jadulq juga msh, tp skrg dipegang mbkq. Critanya dulu sktr thn 2004 q diblikan masq hp siemen, kemudian rusak trus q jual n q bliin lagi nokia second jadul lagi. Tahun 2006 q bli sendiri hp nokia yg lumayan komplit tp skrg dah trmsk jadul. Hp yg lama kukasih mbkq, yg bli sendiri msh ada sampe skrg. Krn itu pertama hp bli sndr, pake uang hasil keringat sndr mkn tk kan kujual, mkn kuwariskan saja ato disimpan sbg kenangan. Bagaimana sdra Puguh ntr nasip hp jadulmu?

    BalasHapus
  2. Insya Allah hp jadul aku masih akan aku minta untuk menemaniku, heheheh...

    BalasHapus