Jumat, 04 Juni 2010

Paranormal


Gambar dipinjam dari sini.

Paranormal

Mungkin kita kenal dengan Ki Joko Bodo. Ya, sosok yang nyentrik itu dikenal sebagai salah seorang paranormal. Sosok yang satu itu pula agaknya bisa menggambarkan bagaimana sosok seorang paranormal. Tentu saja sosok Ki Joko Bodo tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasikan sosok paranormal. Semata-mata mengambil contoh Ki Joko Bodo sebab dirinya sering muncul di layar televisi. Karena itu, kita barangkali juga akan mengetahui bagaimana penjelasannya, misalnya saat ditanya tentang hari kiamat.

Di Indonesia, khususnya di Jawa, paranormal juga biasa disebut dengan dukun. Bukan dukun beranak, melainkan dukun atau seseorang yang dianggap memiliki kemampuan metafisika. Mungkin karena tidak tampak dalam bentuk fisik maka disebut dengan metafisika. Maka dari itu, seorang dukun biasanya lekat dengan hal-hal mistik atau hal-hal yang gaib, tidak dapat tangkap oleh panca indera.

Kamis, 27 Mei 2010 yang lalu saya sempat berbincang dengan paman saya mengenai seorang dukun, sebut saja inisialnya P. Paman saya sendiri bukanlah seorang dukun. Namun, paling tidak paman saya itu mengetahui sosok dukun itu sebab satu kampung. Buktinya paman saya itu dapat bercerita beberapa hal tentang dukun itu.

Sebelum saya melanjutkan paragraf ini saya ingin mengemukakan beberapa hal. Saya ingin menceritakan beberapa hal tentang dukun yang diceritakan oleh paman saya itu. Sebuah cerita umumnya cenderung subyektif dan mungkin terkesan mendramatisasi. Artinya, suatu cerita kebenarannya masih perlu diuji. Mungkin dalam tulisan ini terkesan membicarakan dukun itu. Mungkin dukun itu tidak tahu, saya menulis di blog ini. Karena itu, semoga saya tidak terkena semacam santet.

Diceritakan oleh paman saya itu bahwa ciri ke-dukun-an sudah melekat pada diri P yang telah beristri dan kini memiliki seorang putra yang masih anak-anak itu. Misalnya dulu, saat masih anak-anak, saat menggembala kambing P pernah dikeroyok oleh beberapa orang sesama penggembala yang juga masih remaja. Namun, P bisa membela diri. P menguasai beberapa jurus bela diri seperti jurus kera.

P sendiri juga berguru pada beberapa orang pintar yang notabene juga seorang dukun. Barangkali dari proses itulah P semakin kukuh sebagai seorang dukun. Pada dasarnya sebutan dukun berasal dari anggapan orang-orang setempat. Selain itu, juga orang-orang yang telah menggunakan jasa P. Misalnya, seseorang yang ingin menjadi lurah dan akhirnya sungguh-sungguh menjadi lurah maka semakin mengukuhkan P sebagai seorang dukun.

Selain itu, menurut cerita orang-orang, P juga dikenal mampu mendapatkan jimat-jimat tertentu. Misalnya, itu berupa keris. Konon, P mampu mendapatkan keris-keris yang ada di kabupaten ini. Dalam hal ini keris itu tidak didapat dengan cara pada umumnya, semisal menyepuhnya. Namun, keris itu didapatkan dengan cara gaib bak cerita fiksi dalam film.

Saat ini P pula yang berperan besar dalam pembangunan sebuah masjid di dusun tempat P tinggal. Bahkan, diceritakan bahwa P pula sebagai donatur tunggal dalam pembangunan masjid itu. Kerena itu, P pun dikenal sebagai seorang santri. Bahkan, ada yang menyebut P dengan panggilan “gus”, layaknya panggilan di lingkungan pesantren. P sendiri memiliki sebuah rumah tingkat dan sebuah mobil.

Dua hal itu pun tak dapat lepas dari profesinya sebagai dukun. P bisa seperti itu, padahal P tidak bekerja, misalnya bertani padi, sebagaimana orang pada umumnya di dusun tempat P tinggal. Sekali lagi, dua hal itu semakin mengukuhkan P sebagai seorang dukun di kampungnya. Sebagaimana diketahui bahwa kliennya P terkadang datang pada siang dan malam hari.

Misalnya, pernah datang seorang klien pada P. Klien itu mengalami masalah piutang pada seseorang. Klien itu meminta bantuan P agar piutangnya bisa segera beres oleh orang yang berhutang. Setelah terbukti beres akhirnya klien itu memberi imbalan pada P, misalnya dalam bentuk uang. Agaknya dari situlah sumber pendapatan P sebagai seorang dukun.

Namun, kesaktian P sebagai seorang dukun cenderung dirasakan oleh orang di luar kampungnya P. Maka dari itu, hampir kliennya P berasal dari luar kampung tempat tinggal. Bahkan, paman saya itu mengatakan bahwa pernah ada kliennya P yang berasal dari luar pulau. P sendiri diketahui juga mengenal bupati yang menjabat sebelum saat ini.

Kemudian, di antara kita mungkin menganggap praktik yang dilakukan oleh dukun sebagai hal yang tidak masuk akal. Namun, sebagian yang lain mempercayai praktik yang dukun lakukan. Itu pun terjadi pada masyarakat kita. Kiranya fenomena Ponari sebagai dukun tiban yang namanya cepat menyebar lewat media, khususnya televisi bisa menunjukkan bagaimana posisi dukun dalam masyarakat kita.

Dalam kaitan itu, saya antara percaya dan tidak percaya dengan praktik dukun. Memang, saya pernah diajak oleh paman saya pada seorang dukun. Bahkan, ayah saya pun pernah mengajak saya pada seorang dukun. Itu saat ada salah satu paman saya yang terkena gangguan prostat meskipun sebelumnya telah mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Itulah terkadang dukun menjadi tempat curhat atas beberapa macam masalah dalam hidup dan seringkali inilah fungsi sejatinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar