Silakan klik DISINI untuk PH 2 sosiologi kelas X ganjil 2019 2020
Jumat, 06 September 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
Rabu, 20 September 2017
Kamis, 07 September 2017
Sabtu, 28 Juni 2014
Pembelajaran Sosiologi Kurikulum 2013
Pembelajaran
Sosiologi Kurikulum 2013
Dalam
situs you tube ada contoh pembalajaran sosiologi kurikulum 2013. Video
berdurasi sekitar 10 menit itu menggunakan pendekatan saintifik dengan model jigsaw dengan judul Interaksi Sosial. Video
diawali dengan siswa masuk kelas dan bersalaman dengan guru. Kemudian, guru
menyampaikan materi yang akan dibahas pada saat itu. Guru kemudian mengambil
dua contoh, yakni Wendi dan Bella. Ilustrasi pertama, Wendi sedang galau. Wendi
lalu pergi ke belakang sekolah untuk menghilangkan kegalauannya. Ilustrasi
kedua, Bella sedang rindu pada Agrif. Karena saking rindunya Bella mengambil
telepon selulernya dan menghubungi Agrif. Dalam interaksi sosial, tentu saja
ilustrasi yang kedua disebut dengan interaksi sosial. Ilustrasi kedua bukan
interaksi sosial. Selengkapnya bisa diunduh video tersebut di you tube.
Ada
beberapa hal yang bisa dicatat lagi dari video tersebut. Pembelajaran memang
memerlukan kreativitas guru. Termasuk kreatifitas pembelajaran sosiologi.
Pengambilan ilustrasi tersebut merupakan bentuk dari kreativitas mengajar. Dalam
video tersebut guru juga memakai media LCD. Lengkap beserta layar maupun
laptop. Sekilas guru menayangkan video tentang interaksi sosial, yakni sebuah
seni teater. Mungkin video itu diunduh dari you tube atau mengopi dari guru
lain. Jika video itu unik maka akan menarik bagi siswa. Jadi, video itu selain
bisa mendidik juga bisa menghibur. Syukur bisa mengesankan dan bermanfaat bagi
siswa. Jika siswa tertawa maka itu salah satu tanda video itu menghibur.
Dalam
video itu saat siswa dibentuk kelompok-kelompok, ada satu laptop di setiap
kelompok. Kini, di sekolah tertentu siswa membawa laptop ke sekolah. Kita bisa
maklum karena itu pembelajaran model. Jadi, dalam video yang dibuat mirip film
itu ada guru model, sekolah model, narasi, musik pengiring, dan lain
sebagainya. Jadi, ada skenario yang sebelumnya disiapkan tentang apa yang perlu
dilakukan saat direkam. Dalam kenyataannya pembelajaran bergantung pada keadaan
masing-masing kelas. Misalnya belum tentu setiap sekolah memiliki fasilitas LCD
yang memadai.
Selama
pembalajaran menggunakan model jigsaw
itu juga ada sesi mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan
mengomunikasikan. Hal itu sesuai dengan tuntutan kurikulum 2014. Jika suatu
kelas siswanya aktif maka model pembelajaran akan berlangsung lancar. Akan
tetapi, jika siswa sulit untuk aktif maka guru hendaknya bisa menyesuaikan
dengan kondisi kelas. Terkadang materi yang terlalu teoritis akan menjemukkan.
Misalnya yang teoritis adalah syarat interaksi sosial, yakni kontak sosial dan
komunikasi sosial. Karena itu perlu diimbangi dengan materi yang praktis.
Contohnya adalah pemilihan ilustrasi interaksi sosial dalam video tersebut.
Di lingkungan
kementerian agama (Kemenag) seperti di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nganjuk
tempat saya mengajar, kurikulum 2013 baru dilaksanakan pada tahun ajaran
2014/2015. Itu pun baru diterapkan pada kelas X. Berbeda dengan lembaga
pendidikan di bawah kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) yang
secara bertahap sudah diterapkan pada kelas X tahun pelajaran 2013/2014.
Awal 2013 saya
juga sudah menerapkan pembalajaran memakai LCD. Waktu itu saya juga baru
memiliki laptop dengan spesifikasi core i3. Sebetulnya spesifikasi laptop
tersebut masih mahal bagi saya. Saat itu harganya Rp 4.100.000,-. Belum lagi
jika rusak. Setelah setahun, laptop itu pernah saya serviskan karena tidak bisa
masuk windows. Ongkosnya Rp 150.000,-. Apalagi harga LCD proyektor Benq
MS500P+layar Rp 3 jutaan. Akan tetapi, umumnya LCD difasilitasi oleh sekolah.
Saat itu saya pun tidak memakai layar, tetapi memakai papan tulis biasa untuk
menampilkan gambar dari LCD.
Saat semester
genap itu saya memakai media film. Judulnya CJ7. Tentu pemilihan bahan ajar,
termasuk film harus sesuai nilai dan norma pengajaran. Film ini berulang kali
diputar di televisi. Saya harus menyewa ke rental CD untuk mendapatkan film
yang dibintangi oleh Stephen Cow itu. CD itu lalu saya kopi di laptop saya.
Cerita film itu paling cocok dengan materi sosialisasi dan pembentukan
kepribadian, pengendalian sosial, perilaku menyimpang. Tidak mudah memilih film
yang sesuai dengan materi sosiologi. Baik itu materi kelas X, XI, maupun XII.
Siswa saya
putarkan film tersebut selama dua jam pelajaran. Karena dua jam pelajaran
terbatas maka harus memotong sejumlah adegan. Dalam nonton bareng itu saya
meminta anak menuliskan di selembar kertas. Adegan, kata-kata, sikap manakah
yang menunjukkan sosialisasi dan pembentukan kepribadian, pengendalian sosial
preventif dan represif, maupun perilaku menyimpang. Kemudian, tugas itu
dikumpulkan setelah selesai menyaksikan film.
Selama
menonton secara umum anak-anak cukup terhibur. Bahkan, sejumlah kelas terlihat
heboh. Mereka tertawa. Ada sisi edukasi, hiburan, horor, kesedihan, maupun
kekonyolan dalam film tersebut. Karena itulah mereka bisa heboh. Seakan-akan
dua jam pelajaran bagi mereka terasa berlangsung cepat.
Sebetulnya
variasi pembelajaran ini mirip pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam pelajaran
bahasa Indonesia ada materi meresensi film, mencari pesan sebuah karya, dan
lain sebagainya. Namun, bukan berarti variasi pembelajaran sosiologi tersebut
menggantikan pelajaran bahasa Indonesia. Justru setiap bidang ilmu saling
melengkapi. Penyampaian materi setiap mata pelajaran pun memakai bahasa
Indonesia.
Terkait
variasi pembelajaran saya terkadang memakai media teka-teki silang (TTS) dengan
menggunakan program eclipse crossword.
Saya terkadang juga memakai media kuis cerdas cermat. Selain itu, juga disertai
tebakan lucu. Misalnya apa persamaan antara gajah dan tiang listrik? Jawabannya
sama-sama nggak bisa terbang. Siswa
yang dapat menebak serangkaian pertanyaan akan mendapatkan sebuah permen.
Penugasan mencari foto di internet juga contoh dari variasi pembelajaran. Terkadang
pertemuan tertentu siswa tidak semangat dalam pembelajaran. Namun, cara-cara
seperti itu kiranya bisa meredam kejenuhan pembelajaran.
Kita tahu, kurikulum
apapun salah satu kuncinya adalah kreatifitas guru. Di tempat saya mengajar
saya amati guru-guru cukup kreatif menggunakan media pembalajaran. Pembelajaran
menggunakan media tersebut merupakan salah satu variasi dalam pembelajaran.
Kemampuan guru untuk menyampaikan materi agar mudah dimengerti juga bentuk
kreatifitas. Kemampuan guru menyelipkan humor di pelajaran juga bagian dari
kreatifitas. Terkadang guru perlu memosisikan diri sebagai seorang pendidik,
pengajar, komedian, motivator, komunikator dan peran-peran yang lain.
Barangkali
kreatifitas perlu didukung hal lain misalnya profesionalitas. Jika kreatifitas
berhubungan dengan kemampuan menyampaikan materi menjadi menarik dan tidak
menjenuhkan, maka profesionalitas ini berhubungan dengan tanggungjawab profesi.
Misalnya berusaha tepat waktu saat masuk kelas, absensi masuk kelas dan lain
sebagainya.
Sabtu, 24 Mei 2014
Cara Membersihkan WC yang Berkerak
Cara
Membersihkan WC yang Berkerak
“Crot, gosok, bilas”. Kata-kata itu
adalah iklan sebuah cairan pembersih WC (water closet). Saya pernah mempraktikkan iklan
tersebut. Cairan disiramkan pada WC dan dibiarkan selama 30 menit. Setelah itu
digosok dengan sikat WC. Namun, kerak berwarna kuning kecoklatan atau kehitaman
tidak bisa hilang. Kerak ada di beberapa bagian. Misalnya ada di tumpuan kaki
untuk WC duduk. Selain itu kerak juga melingkar pada lubang WC pada batas air
penampung.
Kemudian,
saya mencoba memakai ampelas halus atau rempelas yang sisi halusnya berwarna kuning.
Cairan pembersih saya siramkan ke tumpuan
kaki WC yang berkerak dengan menggunakan tutup botolnya. Lalu langsung saya
gosokkan ampelas pada bagian tersebut. Agar hemat, sobek amplas secukupnya. Sisanya bisa dipakai lain waktu. Saya menggosoknya dengan agak keras dan
berulang kali sampai kerak hilang. Dalam hitungan menit kerak hilang. Paling
tidak kerak kecoklatan tidak tampak.
WC duduk di
rumah saya yang sudah lebih dari 5 tahun berkerak akhirnya terlihat seperti
baru. Memakai WC yang bersih dan tidak kerak juga terasa lebih nyaman. Jika WC
berkerak seakan-akan T4I (tinja)
masih melekat di lubang WC. Jika ada saudara atau teman menumpang di WC akan
memberi nilai tersendiri pada yang punya rumah.
Kerak yang
melingkar pada lubang WC dibersihkan dengan menyedot airnya menggunakan kain
yang tidak terpakai. Jika cairan pembersih terkena air maka akan sulit dan
memakan waktu yang lama. Prinsipnya sama seperti membersihkan kerak pada
tumpuan kaki tadi.
Ada beberapa
catatan dalam membersihkan WC ini. Saya memakai cairan pembersih dengan merek
Porstex. Sepertinya langsung mengampelas tanpa cairan pembersih ini akan sulit.
WC di rumah saya merek ina. Saat
saya mengampelas bagian yang berkerak, lapisan porselennya tidak terkelupas.
Hanya keraknya yang terkelupas. Saya pernah memakai ampelas yang sisi
halusnya berwarna gelap ke-ungu-an. Namun, ampelas itu tidak sebagus ampelas
yang sisi halusnya berwarna kuning.
Terkadang satu
bulan sekali saya menggosok bagian yang berkerak. Pembersihan ini
memang harus rutin agar WC tampak lebih bersih. Selamat mencoba tips ini.
Sabtu, 22 Februari 2014
Gunung Kelud Batuk-Batuk
Foto: tribunews.com
Gunung Kelud Batuk-Batuk
Menurut berita di
televisi Gunung Kelud meletus pada Kamis, 13 Februari 2014 jam 23.00 lebih. Sekitar
jam 00.00 saat saya ke kamar mandi terdengar dentuman berulang kali. Entah dari
arah mana. Selama itu juga terdengar suara kretip-kretip. Saya tidak
memeriksa keadaan di luar. Sepertinya itu gerimis dan saya tidur kembali. Begitu
pagi menjelang, keadaan di luar tampak kelabu dan putih. Seakan melihat
televisi hitam putih. Abu menutup genteng, menempel di dedaunan dan menutupi jalan,
kurang lebih setebal 1 cm. Ternyata itu abu vulkanis Gunung Kelud yang tadi
malam melatus. Gunung di perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa
Timur itu batuk-batuk.
Lokasi tempat saya tinggal memang cukup jauh
dengan Kelud. Lebih dari 70 km dan berada di Barat Daya dari Kelud. Dibandingkan
dengan Solo dan Yogyakarta, tempat tinggal saya yang terletak di Nganjuk bagian
utara tidak begitu parah. Angin yang membawa abu vulkanik itu utamanya mengarah
ke barat. Bahkan, beritanya sampai ke Pangandaran, Jawa Barat yang letaknya
ratusan kilometer dari Kelud. Bahkan, kata saudara saya itu di Yogyakarta
terdapat sekolah yang diliburkan pada hari itu karena abu vulkanik.
Pukul 05.30, Jumat
14 Februari 2014 masih tampak gerimis abu vulkanik dengan intensitas ringan. Jumat
pagi, 14 Februari 2014 sepertinya belum ada satu pun televisi yang menayangkan
letusan Gunung Kelud. Kecuali Metro TV di berita tertulis di bawah layar yang
menyebut Kelud meletus. Erupsinya mencapai 10 km. Muntahan materialnya mencapai
200 juta meter kubik. Abu vulkanik juga sampai ke Surabaya, kota paling utara
Pulau Jawa.
Jumat 14 Februari
2014 itu saat saya berangkat mengajar jalan tampak debu oleh abu vulkanik.
Jalan seperti berubah menjadi padang pasir. Debu halus menempel di pakaian.
Apabila disalip oleh kendaraan lain maka debu kian beterbangan. Jarak pandang
pun berkurang. Wajah pun harus ditutupi dengan sapu tangan maupun masker agar
tidak kemasukan debu vulkanis.
Di madrasah aliyah negeri tempat saya mengajar
dibagikan masker gratis untuk warga sekolah. Di kelas sebagian siswa memakai
masker. Saya pun sempat mengajar dengan menggunakan masker. Madrasah tidak
diliburkan karena dianggap masih dalam batas kondisi aman.
Selang seminggu
pasca erupsi Kelud sisa abu vulkanis masih tampak. Sepekan itu sempat turun
hujan dengan intensitas ringan maupun sedang. Abu vulkanis yang menempel di
genteng pun turun dan berwarna kehitaman karena hujan. Selama itu saat siang
hari rumah yang tidak memiliki plafon abu vulkanis yang halus dari genteng
sewaktu-waktu bisa mengguyur rumah. Khususnya saat abu vulkanis itu diterpa
oleh angin.
Selama sepekan
lebih itu pula Kelud menjadi berita khususnya di televisi dan koran. Beritanya
seputar sejarah letusan Kelud, pandangan pakar tentang Kelud, kondisi
pengungsi, bandar udara yang ditutup karena abu vulkanik, dampak pasca erupsi
sampai kunjungan presiden RI ke lokasi pengungsian.
Langganan:
Postingan (Atom)



