Sabtu, 24 Mei 2014

Cara Membersihkan WC yang Berkerak



Cara Membersihkan WC yang Berkerak
            Crot, gosok, bilas”. Kata-kata itu adalah iklan sebuah cairan pembersih WC (water closet). Saya pernah mempraktikkan iklan tersebut. Cairan disiramkan pada WC dan dibiarkan selama 30 menit. Setelah itu digosok dengan sikat WC. Namun, kerak berwarna kuning kecoklatan atau kehitaman tidak bisa hilang. Kerak ada di beberapa bagian. Misalnya ada di tumpuan kaki untuk WC duduk. Selain itu kerak juga melingkar pada lubang WC pada batas air penampung.  
            Kemudian, saya mencoba memakai ampelas halus atau rempelas yang sisi halusnya berwarna kuning. Cairan pembersih  saya siramkan ke tumpuan kaki WC yang berkerak dengan menggunakan tutup botolnya. Lalu langsung saya gosokkan ampelas pada bagian tersebut. Agar hemat, sobek amplas secukupnya. Sisanya bisa dipakai lain waktu. Saya menggosoknya dengan agak keras dan berulang kali sampai kerak hilang. Dalam hitungan menit kerak hilang. Paling tidak kerak kecoklatan tidak tampak.
WC duduk di rumah saya yang sudah lebih dari 5 tahun berkerak akhirnya terlihat seperti baru. Memakai WC yang bersih dan tidak kerak juga terasa lebih nyaman. Jika WC berkerak seakan-akan T4I (tinja) masih melekat di lubang WC. Jika ada saudara atau teman menumpang di WC akan memberi nilai tersendiri pada yang punya rumah.
Kerak yang melingkar pada lubang WC dibersihkan dengan menyedot airnya menggunakan kain yang tidak terpakai. Jika cairan pembersih terkena air maka akan sulit dan memakan waktu yang lama. Prinsipnya sama seperti membersihkan kerak pada tumpuan kaki tadi.
Ada beberapa catatan dalam membersihkan WC ini. Saya memakai cairan pembersih dengan merek Porstex. Sepertinya langsung mengampelas tanpa cairan pembersih ini akan sulit. WC di rumah saya merek ina. Saat saya mengampelas bagian yang berkerak, lapisan porselennya tidak terkelupas. Hanya keraknya yang terkelupas. Saya pernah memakai ampelas yang sisi halusnya berwarna gelap ke-ungu-an. Namun, ampelas itu tidak sebagus ampelas yang sisi halusnya berwarna kuning.
Terkadang satu bulan sekali saya menggosok bagian yang berkerak. Pembersihan ini memang harus rutin agar WC tampak lebih bersih. Selamat mencoba tips ini.
           
           
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar