Sabtu, 24 Mei 2014

Cara Membersihkan WC yang Berkerak



Cara Membersihkan WC yang Berkerak
            “Crot, gosok, bilas”. Kata-kata itu adalah iklan sebuah cairan pembersih WC (water closet). Saya pernah mempraktikkan iklan tersebut. Cairan disiramkan pada WC dan dibiarkan selama 30 menit. Setelah itu digosok dengan sikat WC. Namun, kerak berwarna kuning kecoklatan atau kehitaman tidak bisa hilang. Kerak ada di beberapa bagian. Misalnya ada di tumpuan kaki untuk WC duduk. Selain itu kerak juga melingkar pada lubang WC pada batas air penampung.  
            Kemudian, saya mencoba memakai ampelas halus atau rempelas yang sisi halusnya berwarna kuning. Cairan pembersih  saya siramkan ke tumpuan kaki WC yang berkerak dengan menggunakan tutup botolnya. Lalu langsung saya gosokkan ampelas pada bagian tersebut. Agar hemat, sobek amplas secukupnya. Sisanya bisa dipakai lain waktu. Saya menggosoknya dengan agak keras dan berulang kali sampai kerak hilang. Dalam hitungan menit kerak hilang. Paling tidak kerak kecoklatan tidak tampak.
WC duduk di rumah saya yang sudah lebih dari 5 tahun berkerak akhirnya terlihat seperti baru. Memakai WC yang bersih dan tidak kerak juga terasa lebih nyaman. Jika WC berkerak seakan-akan T4I (tinja) masih melekat di lubang WC. Jika ada saudara atau teman menumpang di WC akan memberi nilai tersendiri pada yang punya rumah.
Kerak yang melingkar pada lubang WC dibersihkan dengan menyedot airnya menggunakan kain yang tidak terpakai. Jika cairan pembersih terkena air maka akan sulit dan memakan waktu yang lama. Prinsipnya sama seperti membersihkan kerak pada tumpuan kaki tadi.
Ada beberapa catatan dalam membersihkan WC ini. Saya memakai cairan pembersih dengan merek Porstex. Sepertinya langsung mengampelas tanpa cairan pembersih ini akan sulit. WC di rumah saya merek ina. Saat saya mengampelas bagian yang berkerak, lapisan porselennya tidak terkelupas. Hanya keraknya yang terkelupas. Saya pernah memakai ampelas yang sisi halusnya berwarna gelap ke-ungu-an. Namun, ampelas itu tidak sebagus ampelas yang sisi halusnya berwarna kuning.
Terkadang satu bulan sekali saya menggosok bagian yang berkerak. Pembersihan ini memang harus rutin agar WC tampak lebih bersih. Selamat mencoba tips ini.
           
           
             

Sabtu, 22 Februari 2014

Gunung Kelud Batuk-Batuk

Foto: tribunews.com 
Gunung Kelud Batuk-Batuk
            Menurut berita di televisi Gunung Kelud meletus pada Kamis, 13 Februari 2014 jam 23.00 lebih. Sekitar jam 00.00 saat saya ke kamar mandi terdengar dentuman berulang kali. Entah dari arah mana. Selama itu juga terdengar suara kretip-kretip. Saya tidak memeriksa keadaan di luar. Sepertinya itu gerimis dan saya tidur kembali. Begitu pagi menjelang, keadaan di luar tampak kelabu dan putih. Seakan melihat televisi hitam putih. Abu menutup genteng, menempel di dedaunan dan menutupi jalan, kurang lebih setebal 1 cm. Ternyata itu abu vulkanis Gunung Kelud yang tadi malam melatus. Gunung di perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu batuk-batuk.
             Lokasi tempat saya tinggal memang cukup jauh dengan Kelud. Lebih dari 70 km dan berada di Barat Daya dari Kelud. Dibandingkan dengan Solo dan Yogyakarta, tempat tinggal saya yang terletak di Nganjuk bagian utara tidak begitu parah. Angin yang membawa abu vulkanik itu utamanya mengarah ke barat. Bahkan, beritanya sampai ke Pangandaran, Jawa Barat yang letaknya ratusan kilometer dari Kelud. Bahkan, kata saudara saya itu di Yogyakarta terdapat sekolah yang diliburkan pada hari itu karena abu vulkanik.
            Pukul 05.30, Jumat 14 Februari 2014 masih tampak gerimis abu vulkanik dengan intensitas ringan. Jumat pagi, 14 Februari 2014 sepertinya belum ada satu pun televisi yang menayangkan letusan Gunung Kelud. Kecuali Metro TV di berita tertulis di bawah layar yang menyebut Kelud meletus. Erupsinya mencapai 10 km. Muntahan materialnya mencapai 200 juta meter kubik. Abu vulkanik juga sampai ke Surabaya, kota paling utara Pulau Jawa.
            Jumat 14 Februari 2014 itu saat saya berangkat mengajar jalan tampak debu oleh abu vulkanik. Jalan seperti berubah menjadi padang pasir. Debu halus menempel di pakaian. Apabila disalip oleh kendaraan lain maka debu kian beterbangan. Jarak pandang pun berkurang. Wajah pun harus ditutupi dengan sapu tangan maupun masker agar tidak kemasukan debu vulkanis.
             Di madrasah aliyah negeri tempat saya mengajar dibagikan masker gratis untuk warga sekolah. Di kelas sebagian siswa memakai masker. Saya pun sempat mengajar dengan menggunakan masker. Madrasah tidak diliburkan karena dianggap masih dalam batas kondisi aman.
            Selang seminggu pasca erupsi Kelud sisa abu vulkanis masih tampak. Sepekan itu sempat turun hujan dengan intensitas ringan maupun sedang. Abu vulkanis yang menempel di genteng pun turun dan berwarna kehitaman karena hujan. Selama itu saat siang hari rumah yang tidak memiliki plafon abu vulkanis yang halus dari genteng sewaktu-waktu bisa mengguyur rumah. Khususnya saat abu vulkanis itu diterpa oleh angin. 
            Selama sepekan lebih itu pula Kelud menjadi berita khususnya di televisi dan koran. Beritanya seputar sejarah letusan Kelud, pandangan pakar tentang Kelud, kondisi pengungsi, bandar udara yang ditutup karena abu vulkanik, dampak pasca erupsi sampai kunjungan presiden RI ke lokasi pengungsian.
             


Jumat, 22 November 2013

Sandal Japit yang Bersejarah



Sandal Japit yang Bersejarah
                Entah tahun berapa saya membeli sandal japit itu. Namun, sepertinya sandal itu sudah saya pakai lebih dari 10 tahun. Pemakaian yang lama untuk sebuah sandal japit. Sekarang di ujung tahun 2013 dan sandal itu masih saya pakai.
Sandal japit yang butut ini cukup bersejarah. Tahun 2002 sandal itu pernah saya pakai mendaki Gunung Wilis yang letaknya di selatan Kabupaten Nganjuk. Waktu itu perkemahan ekstrakurikuler Majelis Taklim. Salah satu acara dalam perkemahan itu adalah pendakian. Saat itu saya sampai pada sebuah pos. Uniknya di pos tersebut terdapat sumber mata air kecil. Airnya dingin dan dapat diminum. Kurang satu pos lagi mencapai puncaknya. Namun, saat itu saya tidak sampai puncak. Sandal berwarna hijau ini adalah saksi bisu pendakian kala itu.
Saat saya masuk kuliah tahun 2003 sandal itu juga saya bawa. Akan tetapi, yang saya ingat baru sejak tahun 2007 sandal itu saya pakai di lingkungan kos. Misalnya saat sandal itu ada di depan pintu kamar kos. Juga saya pakai membeli makan di warung setelah maghrib. 
                Sandal itu masih bisa dipakai. Saya masih mempertahankan sandal butut yang mungkin sekarang itu tidak diproduksi lagi. Saya sampai tiga kali ini mengganti kapirnya. Saya mengganti kapirnya dengan obeng agar lebih mudah dimasukkan. Bagian alasnya yang halus juga saya sayat membentuk lengkungan agar tidak licin saat bergesekan dengan lantai.
Sandal itu hampir selalu saya pakai saat sholat jumat. Terkadang juga saya pakai saat ikut tahlil. Saat ini warna kapirnya berbeda. Satu merah dan satunya hijau. Warna kapir yang berbeda itu memungkinkan tidak tertukar di masjid saat sholat jumat. Jika saya perhatikan, hanya saya pemilik sandal dengan jenis seperti itu.
Jika bepergian naik motor, saya memilih sandal japit yang lebih bagus. Paling tidak kapirnya yang seukuran dan warnanya sama. Orang mungkin akan tersenyum atau mungkin mencibir jika mereka tahu saya memakai sandal butut itu untuk bepergian.
                Sayangnya saya tidak punya kamera. Jika punya, gambarnya bisa saya unggah di blog ini. Jadi saya tidak perlu menggambarkan berapa ketebalan sandal japit yang butut itu. Saya juga tidak perlu menuliskan apa warna sandal, corak maupun warna kapirnya. 
                 

Rabu, 03 Juli 2013

Naik Bus Kok Mabuk...



Naik Bus Kok Mabuk...
            Senin, 24 Juni 2013 saya ikut rombongan rekreasi keluarga besar MAN Nganjuk. Rekreasi ini diikuti oleh hampir seluruh guru maupun staf. Mereka yang sudah berumah tangga boleh mengajak istri maupun suami. Termasuk boleh mengajak anak-anaknya. Karenanya ada dua bus  yang membawa rombongan.
            Obyek wisata yang dikunjungi adalah Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek. Pantai Karanggongso terkenal dengan pasirnya yang putih serta ombak pantai yang tidak begitu besar. Berbeda dengan Karanggongso, Pantai Prigi yang menjadi tujuan selanjutnya terkenal dengan ombaknya yang besar. Prigi juga menjadi lokasi perkemahan. Ikan, hasil olahan laut maupun baju khas Prigi juga dijual di sini.
Ternyata waktu tempuh dari Nganjuk sekitar 3,5 jam. Awalnya saya memperkirakan waktu tempuhnya 2,5 jam sehingga saya tidak perlu minum obat anti mabuk. Apalagi bus dari travel itu memakai AC. Di samping itu, saya ingin mencoba daya tahan tubuh saya, mabuk ataukah tidak. Selama ini saya memang sering mabuk jika naik bus. Khususnya jika waktu tempuhnya lebih dari 1,5 jam.
Sekitar 45 menit sebelum tiba di Karanggongso, nyatanya saya mabuk. Saya mual-mual dan muntah di kantong plastik. Makanan dan minuman yang ada di perut keluar lagi lewat mulut. Mungkin karena AC sehingga tidak keluar keringat dingin. Setelah muntah tubuh memang agak lemas, tetapi lebih lega sebab mual agak berkurang. Begitu juga saat akan ke Pantai Prigi, saya mabuk sekitar 30 menit sebelum tiba. Jadi saya mabuk dua kali.  
Istri saya juga mabuk darat, sama seperti saya. Utamanya jika naik bus. Kebiasaan mabuk memang sulit dihilangkan. Kecuali minum obat anti mabuk. Namun, orang tetap bisa mabuk walaupun sudah minum obat anti mabuk. Akan tetapi, pada setiap orang bisa berbeda-beda. Paman saya naik mini bus selama 30 menit saja sudah mabuk. Karenanya tergolong mabuk darat yang berat. Akan tetapi, bapak saya naik bus berjam-jam saat ziarah wali juga tidak mabuk. 
Namun, selama naik bus hari itu, istri saya tidak mabuk karena 30 menit sebelum berangkat dan 30 menit sebelum pulang, minum satu tablet obat anti mabuk. Satu tablet di apotek harganya Rp 2.000,-. Tablet yang tidak sempat saya baca mereknya ini berbeda dengan tablet anti mabuk dengan merek Antimo. Harganya juga lebih mahal dari obat anti mabuk dengan merek tersebut. Dosisnya tablet ini sepertinya juga lebih tinggi.
Andai saya minum obat anti mabuk seperti yang diminum istri saya itu, mungkin saya tidak mabuk. Mereka yang mabuk darat berat mungkin juga mau mencoba obat ini. Namun, saya belum tahu pasti efek samping lebih lanjut. Mungkin salah satunya mengantuk. Namun, daripada mual, pusing, dan muntah bukanlah lebih baik meminumnya.

Kamis, 29 Desember 2011

Perpanjangan SIM C

Perpanjangan SIM C
Selasa, 27 Desember 2011 saya mengurus perpanjangan SIM C di kepolisian resor (Polres) Nganjuk. Saya tiba sekitar pukul 07.30. Dengan datang pagi, saya berharap tidak antre terlalu lama. Begitu saya memarkir sepeda motor, saya diminta oleh seorang bapak yang memarkir motornya dekat motor saya. Beliau meminta agar bersama-sama dalam perpanjangan SIM ini. Orang yang tidak terbiasa dalam pengurusan SIM memang bisa merasa bingung.
Setelah membayar parkir Rp 1.000,- saya langsung menuju foto kopi. Saya berusaha mengingat-ingat perpanjangan SIM sebelumnya. Perpanjangan ini merupakan kali kedua. Kali pertama perpanjangan tahun 2006. Seperti halnya saat saya ke tempat foto kopi. Di tempat foto kopi ini KTP dan SIM lama difoto kopi. Kalau tidak salah rangkap satu. Saya juga diberi wadah SIM. Di tempat foto kopi ini saya membayar Rp 6.000,-.
Kemudian, saya menuju loket untuk mengambil map. Perpanjangan kali ini memang berbeda dibandingkan dengan perpanjangan, misalnya tahun 2009 silam. Perbedaannya misalnya meja pengambilan map. Setelah mendapatkan map saya menuju ruangan tempat mengambil blangko sidik jari. Setelah mengisi blangko lalu menghubungi petugas yang membantu sidik jari. Dalam pengisian ini saya sengaja membawa pena sendiri untuk memperlancar pengisian.
Begitu selesai saya kembali ke ruangan tempat mengambil blangko tadi. Di ruangan ini pula saya mengumpulkan foto berwarna 3 x 4 dua lembar. Saya memang sudah menyiapkan foto dari rumah. Sebab untuk foto mendadak di sana perlu biaya Rp 15.000,-. Letak studio fotonya di seberang jalan komplek Polres. Begitu map distempel telah sidik jari saya langsung menuju loket pembayaran seperti kata petugas di ruangan ini.
Dalam hati saya bertanya, apakah tidak perlu cek kesehatan. Ternyata petugas di loket pembayaran meminta saya agar cek kesehatan terlebih dahulu. Dokter yang memberikan surat keterangan sehat terletak di seberang jalan. Bersebelahan dengan studio foto. Jika sepi biasanya cek kesehatan ini paling lama butuh waktu 20 menit. Namun, hari itu saya berdiri kurang lebih satu jam sebab saking banyaknya orang yang mengantre. Map dari loket pembayaran tadi dipakai sebagai tanda antrean. Surat keterangan sehat ini sebagai salah satu syarat kelengkapan administrasi. Katanya itu terkait libur Natal dan cuti Natal pada Senin. Terlebih itu hari pertama di minggu akhir Desember. Konon, hari Sabtu lebih sepi pengantre daripada hari kerja lainnya.
Begitu mendapatkan surat keterangan sehat saya langsung ke loket pembayaran. SIM lama juga disertakan dalam map. Setelah menunggu beberapa saat nama saya dipanggil. Saya membayar Rp 75.000,- untuk biaya perpanjangan itu. Lalu saya diberi nomor antrean yang tercetak secara elektronik. oleh petugas disebelahnya. Saat itu nomor antrean saya 134. Pada saat yang sama, nomor yang dilayani saat itu baru antrean nomor 100.
Pemanggilan nomor antrean dilakukan mesin pemanggil. Begitu nomor antrean saya dipanggil, saya menuju ruang foto untuk SIM. Rata-rata di ruangan ini dipanggil empat sampai enam orang. Begitu difoto, saya menunggu SIM saya dicetak. Beberapa menit kemudian, SIM dicetak. Saya pun langsung meninggalkan Polres sekitar pukul 11.00. Saat saya masuk tadi dan saat saya keluar saya melewati gerbang yang baru bagi saya. Begitu saya meninggalkan Polres masih tampak orang mengantre untuk mendapatkan surat keterangan sehat.


Senin, 26 Desember 2011

Kamus Kecil

Abduksi adalah penalaran untuk merumuskan hipotesis berupa pernyataan
umum yang kemungkinan kebenarannya masih perlu diuji coba.
Misalnya diketahui bahwa semua pohon mangga di kebun Pak Amat adalah
mangga jenis manalagi. Di dapur Pak Amat ada banyak buah mangga dan
semuanya berjenis manalagi. Ada kemungkinan besar bahwa mangga-mangga
itu dipetik dari kebun Pak Amat sendiri (Sudarminta, 2002:39).
Agnostik n orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan)
tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan diketahui (KBBI)
Agnostisisme n Sos paham yang mempertahankan pendapat bahwa manusia itu
kekurangan informasi atau kemampuan rasional untuk membuat pertimbangan
tentang kebenaran tertinggi (KBBI)
Aksiologi n kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia
Anotasi n catatan yang dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan,
mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain
Antropologi pengaruh norma, nilai dan kepercayaan pada kesehatan jiwa,
pengaruh keluarga, pernikahan, perceraian, struktur keluarga, fungsi
keluarga, gangguan keluarga, umpanya keluarga yang berantakan,
yang aneh, terpecah belah, yang mempunyai cara berkomunikasi yang
kasar, keluarga yang berkekurangan psikologik, umpamanya
ketidakmatangan yang hebat, retardasi mental, kegagalan orang tua
untuk menjadi contoh, ayah atau ibu yang masih terlalu bergantung pada
orang tuanya sendiri atau menuntut prestasi yang berlebihan (Maramis,
1980:23-24).
Apokrifa n 1 yang diragukan keasliannya; tidak dapat dipercaya (tt asal usul naskah);
2 bagian-bagian Al kitab yang diakui Gereja Katolik, tetapi tidak diakui oleh
Gereja Protestan dan Yahudi
Apostasi n keingkaran terhadap agama (KBBI)
Apostolik a berhubungan dengan atau berdasarkan ajaran para rasul (KBBI)
Apriori a berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dsb)
keadaan yang sebenarnya (KBBI)
Begitu cak segera setelah
Bermanjau v bertandang (tt anak laki-laki ke rumah gadis)
Bioritme n teori yang berdasar pada pendapat ilmiah bahwa di tubuh manusia
sejak lahir sudah tersimpul tiga macam siklus (ritme) yang bekerja secara aktif sampai saat meninggal, yaitu siklus fisik, siklus emosional, dan siklus intelektual (KBBI).
Coercion kb. (penggunaan) paksaan, kekerasan (Hasan Shadily dan Jhon Echols)
Keadaan atau syarat yang sangat diperlukan (yang sangat mutlak) Conditio sine qua non
Daya rasa atau emosionalitas; salah satu komponen temperamen disamping
daya gerak (mobilitas) dan daya hidup (vitalitas); kemampuan
merasakan sesuatu, kemampuan menyatakan perasaan secara spontan;
mungkin terbuka, hangat atau tertutup, dingin (Maramis, 2004: 728).
Daya hidup atau vitalitas; salah satu komponen temperamen disamping daya
gerak (mobilitas) dan daya rasa (emosionalitas); kegairahan hidup dan
berusaha, bertindak serta berbuat sesuatu; mungkin tinggi atau rendah
(Maramis, 2004: 728).
Deifikasi n pendewaan (KBBI).
Deisme n pandangan hidup atau ajaran yang mengakui adanya Tuhan sbg
pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama krn ajarannya
didasarkan atas keyakinannya pada akal dan kenyataan hidup (KBBI).
Deisme merupakan suatu aliran yang mengakui adanya pencipta terhadap alam
semesta ini. Akan tetapi setelah alam semesta selesai diciptakan, Tuhan
menyerahkan dunia pada nasibnya sendiri (Charris, 1997: 11).
Delirium n gangguan mental yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak,
dan kegelisahan fisik (KBBI)
Dereistik bentuk pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan, logika atau
pengalaman, masih dalam batas-batas normal, tetapi sering disamakan
dengan nonrealistik otistik (Lih. Nonrealistik dan otisme) (Maramis, 2004:
730).
Demensia suatu keadaan sindroma otak organik yang menahun karena dengan
terutama penurunan intelegensi disamping gangguan sifat kepribadian,
gangguan pertimbangan dan juga afek; karena kerusakan jaringan otak yang
ireversibel (kalau delirium itu reversibel) (Maramis, 2004: 729).
Disensus n situasi sosial yang memperlihatkan terjadinya ketidaksepakatan
mengenai penerapan nilai-nilai tertentu (KBBI).
Diskresi n kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi
yang dihadapi
Disorganisasi perorangan suatu kondisi dalam hal seseorang tidak mampu
berfungsi secara efektif karena adanya kebimbangan yang biasanya
karena orang tersebut mendapatkan dua standar perilaku yang
bertentangan. Keadaan ini dapat bersifat sementara atau transisional, tetapi dapat juga tertanam lama di dalam jiwa seorang individu (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984:14)
Disorganization, personal suatu kondisi merosotnya kemampuan seseorang untuk
menyerasikan diri dengan pola perilaku yang dianut (disorganisasi pribadi)—
Soekanto—.
Disorganization, social berkurangnya pengaruh kekuatan norma-norma terhadap
warga-warga masyarakat (disorganisasi sosial)—Soekanto—.
Disorganisasi atau disintegrasi suatu disorganisasi atau disintegrasi mungkin dapat
dirumuskan sebagai suatu proses berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai
dalam masyarakat, karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-
lembaga masyarakat (Soekanto)
Dispersi n pergerakan untuk perpindahan individual, terutama untuk mendiami
lingkungan baru.
Disposotio n Bio pembawaan mudah mendapat suatu penyakit
Ecumenical yang berhubungan dengan gereja Kristen
Eidetik a Psi berkenaan dengan kemampuan melihat kembali secara
jelas hal-hal yang dialami pada masa lampau
Eksoterik pengetahuan yang boleh diketahui atau dimengerti oleh siapa saja
Ekolalia n dorongan yang kuat tidak terkendalikan dari penderita
gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yang
dilakukan orang lain; kelatahan
Elusif a 1 sukar dipahami atau diartikan; 2 sukar diidentifikasi (KBBI).
Emanasi pancaran (Ensiklopedia Islam, 1994. 75. Ciri-ciri umum tasawuf)
Emotif a 1 berkenaan dgn (berhubungan dengan) emosi; 2 bersifat menimbulkan
(membangkitkan) emosi;
Epikuris n orang yang mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih
tinggi daripada kenikmatan jasmaniah (KBBI)
Epistemologi n cabang ilmu filsafat tentang dasar-dasar dan batas-batas ilmu
pengetahuan
Esensi n hakikat; inti; hal yang pokok; -- pertikaian antara kedua tokoh itu ialah
pertentangan ideologi (KBBI).
Esoteric hanya diketahui dan dipahami oleh beberapa orang tertentu saja.
Esoteris bersifat khusus (rahasia, terbatas).
Eksaltasi n 1 keriangan spiritual; 2 peningkatan suasana hati secara abnormal;
keriangan yang kuat (KBBI)
Ekskursi n 1 perjalanan untuk bersenang-senang; piknik; darmawisata; 2
penyimpangan dr arah yang pasti;
Eklektik a bersifat memilih yang terbaik dari berbagai sumber (tt orang, gaya,
metode) (KBBI).
Ekskursif a ditandai dengan adanya penyimpangan
Ekualitas n kesamaan status, hak, dan kewajiban yg dimiliki oleh sesama
anggota masyarakat, kelompok tertentu, atau sebuah keluarga (KBBI)
Ekumenisme n usaha untuk mendapatkan kembali persatuan penuh semua orang
yang beriman Kristen (KBBI).
Evokatif a mampu menggugah rasa
Exegesis kb. Penjelasan penafsiran
Eksegesis n penjelasan atau penafsiran teks, msl kitab suci agama (KBBI)
Extradition penyerahan tawanan (ektradisi)
Flegmatis a bertemperamen lamban, tidak mudah terangsang, dan mempunyai
kebiasaan yang sukar diubah (KBBI).
Gnosis pengetahuan religius (Ensiklopedia Islam, 1994. 75. Ciri-ciri umum tasawuf)
Fenomenologi yang khas dari fenomenologi adalah bahwa gejala-gejala yang
hendak diselidiki itu haruslah berupa gejala yang “murni” atau “asli”.
Artinya, gejala tersebut jangan dicampurbarukan dengan gejala lain
yang tidak berhubungan, atau diintervensi oleh interpretasi-interpretasi
lain yang berasal dari kebudayaan, kepercayaan, atau bahkan dari ilmu
pengetahuan yang telah kita miliki tentang gejala tersebut. Ini sesuai
dengan tujuan dari fenomenologi itu sendiri, yakni “kembali pada
realitasnya sendiri” (zu den sachen selbst). Realitas yang dimaksud tidak
lain adalah gejala pertama, murni, dan asli (Abidin, 2002:7).
Fenomenologi adalah metode yang bisa membantu kita untuk mendekati
gejala sebagaimana kita menghayati, menghidupi, atau mengalami gejala
itu secara sebenarnya (Abidin, 2002:69) Abidin, Zainal (Penyunting).
2002. Analisis Eksistensial untuk Psikologi dan Psikiatri. PT Refika
Aditama: Bandung.
Frame of Reference latar belakang dari dorongan (stimuli) yang mempengaruhi
kelakuan pandangan seseorang dalam keadaan tertentu (Vredenbregt,
1984:138).
Friksi n 1. pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat; 2 perpecahan
Heuristik jalan yang dilalui menuju ilmu
Heuristis n Ling bersangkutan dengan prosedur analitis yang dimulai dengan
perkiraan yang tepat dan mengecek ulang sebelum memberi kepastian (KBBI)
Ilmu jiwa atau psikologi menambah pengertian tentang persepsi, kognisi (hal
berpikir dan memecahkan masalah), ingatan, pelbagai teori tentang
belajar, motivasi dan komunikasi antarmanusia (Maramis, 1980:23)
Insubordinasi n 1 perlawanan atau pemberontakan terhadap atasan dl hubungan
dinas, msl awak kapal melawan nakhoda ; 2 keadaan membangkang atau tidak
tunduk pada perintah; 3 Pol pembangkangan; pendurhakaan; ketidaktaatan;
ketidakpatuhan (KBBI).
Hibridisasi n persilangan dari populasi yang berbeda
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, Balai Pustaka)
Imanen a berada dl kesadaran atau dl akal budi—pikiran—(KBBI).
Immanent tetap ada
Imprecision kb ketidaksamaan, ketidaktepatan
Impresionisme n aliran dalam seni lukis, seni sastra, dan seni musik yang lebih
mengutamakan pemberian kesan atau pengaruh terhadap perasaan
daripada kenyataan atau keadaan sebenarnya (KBBI)
Infantilisasi n proses, cara, perbuatan membuat seseorang menjadi seperti kanak-
kanak (KBBI).
Insubordinasi n 1 perlawanan atau pemberontakan terhadap atasan dalam
hubungan dinas, misal awak kapal melawan nakhoda; 2 keadaan
membangkang atau tidak tunduk pada perintah; 3 Pol pembangkangan,
pendurhakaan, ketidaktaatan, ketidakpatuhan (KBBI)
Integumen n 1 sesuatu yang meliputi atau melapisi; 2 Bio lapisan terluar bakal biji
yang akan berkembang menjadi selaput biji (KBBI)
inversi n 1 pembalikan posisi, arah, susunan, dsb; 2 Ling pembalikan susunan
bagian kalimat yang berbeda dari susunan yang lazim (msl ia makan roti
menjadi makan roti ia); 3 Dok sungsang; 4 nafsu birahi thd kelamin
sejenis (KBBI)
Kebatinan atau aliran kebatinan; suatu pandangan hidup dengan cara-cara tertentu
untuk hidup; dinamakan juga aliran kepercayaan; bukan agama (Maramis,
2004:745)
Kemat n kemampuan adikodrati (KBBI).
Kerahiban atau monastisisme
Kinetika n cabang pengetahuan dinamika tt pengaruh suatu gaya pada gerakan
benda; ilmu gerak (KBBI)
Klenik kegiatan perdukunan (pengobatan dsb) dengan cara yang sangat rahasia
dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang.
Kohabitasi n perihal tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan
Konstruk hasil abstraksi terhadap gejala-gejala yang dikonstruksikan
dalam pikiran belaka
(Kamus Sosiologi, Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H.,M.A.,
Cet. Ketiga Agustus 1993)
Koinsidensi, kejadian yang kebetulan. Hal terjadinya peristiwa dalam waktu yang
sama
Kataklisme n 1. banjir besar; 2. hura-hura hebat;
3. perubahan sosiopolitik yang membawa petaka (cataclysmic).
Katalisator n 1 kim katalis; 2 seseorang atau sesuatu yang menyebabkan
terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau
mempercepat suatu peristiwa.
Konflik perbedaan-perbedaan pendapat yang berkembang dalam masyarakat
dan perbedaan itu diakui sebagai sistem nilai yang harus dikembangkan
(Radikalisme Kaum Pinggiran: Studi Tentang Issue, Strategi dan Dampak
Gerakan. Drs. Zaiyardam Zubir, M. Hum. Proyek Peningkatan Penelitian
Pendidikan Tinggi Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Depertemen Pendidikan Nasional 2002).
Konvergensi n 1 keadaan menuju satu titik pertemuan; memusat; (KBBI).
Mantiki a berdasarkan pikiran (bukan berdasarkan emosi); logis
Melankolia n kelainan jiwa yang ditandai oleh keadaan depresi dan ketidakaktifan
fisik
Melankolis a dl keadaan pembawaan lamban, pendiam, murung, sayu; sedih;
muram
Maqamat tangga, stasion, tempat pemberhentian sementara, digunakan untuk
menunjukkan pada tangga yang harus dilalui oleh orang yang ingin menjadi
sufi (Nata, 1995:206).
Nerosa suatu gangguan jiwa yang ditandai oleh kecemasan. Kecemasan itu
dapat dirasakan dan diexpresikan secara langsung atau dapat diubah
(dikonversikan), di-salah-pindakahkan atau diwujudkan pada tubuh.
Meskipun nerosa tidak menunjukkan disintegrasi kepribadian atau
distorsi kenyataan (realitas) yang nyata, tetapi dapat juga cukup hebat
sehingga mengganggu seseorang berfungsi sehari-hari; dahulu
dinamakan psikonerosa. Dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu nerosa
cemas, histerik, fobik, obsesif-kompulsif, depresif, nerastenik,
depersonalisasi dan hipokondrik. (Maramis, 2004: 755).
Neurosis n Dok penyakit saraf yang berhubungan dengan fungsinya tanpa ada
kerusakan organik pada bagian susunan saraf (spt histeri, depresi, fobi);
psikoneurosis
Neurotik a Dok ada gangguan pd urat saraf; dl keadaan sakit saraf (KBBI)
Nomotetis ilmu yang bertujuan memperkembangkan teori-teori umum
(Vredenbregt, 1984:138). Vredenbregt, Jacob. 1984. Metode dan Teknik
Penelitian Masyarakat (Cet. VI). PT Gramedia: Jakarta.
Obstruksi 1 sumbatan, rintangan (cairan yg tidak dapat mengalir atau bergerak
dl saluran, spt adanya batu dl empadu, adanya lumpur dl pipa air); 2 Pol
penghambatan yang dilakukan oleh golongan politik tertentu untuk
menghalangi diterimanya suatu undang-undang atau peraturan oleh
Dewan Perwakilan Rakyat (KBBI)
Obskurantisme kecenderungan secara umum untuk menentang penelitian,
pembaruan atau kemajuan ilmu pengetahuan.-J-D. (Mudhofir)
Ontologi n cabang ilmu filsafat yang berkaitan dengan atau yang berhubungan
dengan hakekat hidup
Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu)
Parafrase U. penguraian kembali isi sebuah kalimat atau penggalan teks;
penjelasan maksud suatu teks dengan kata-kata yang berbeda dari kata-
kata teks itu (Rozak (dkk.), 1994:146) Kamus Istilah Sastra
Parafrase penguraian kembali isi sebuah kalimat atau penggalan teks.
Penguraian kembali ini biasanya menggunakan kata-kata lain, dan
maksudnya memperjelas (Sudjiman e.d., 1984:56)
Patron Client pola hubungan antara atasan dengan bawahan. Pola ini bersifat atasan
melindungi bawahan. (Radikalisme Kaum Pinggiran: Studi Tentang Issue, Strategi dan Dampak Gerakan. Drs. Zaiyardam Zubir, M. Hum. Proyek Peningkatan Penelitian Pendidikan Tinggi Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depertemen Pendidikan Nasional 2002).
Pembaharuan ide, cara, dsb. Aggiornamento
Perseverasi n kemampuan berpegang teguh pada suatu pokok ajaran tertentu
ketika berpikir atau menafsirkan sesuatu ataupun ketika mengamat-
amati (KBBI).
Predestinasi n ketentuan Tuhan; yang sudah lebih dahulu ditentukan oleh
Tuhan; takdir (KBBI)
Predisposisi n 1 kecenderungan khusus ke arah suatu keadaan atau perkembangan
tertentu; 2 kecenderungan untuk menerima atau menolak sesuatu berdasarkan
pengalaman dan norma yang dimilikinya (KBBI).
Premis n 1 apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan kemudian;
pemikiran; alasan; 2 asumsi; 3 kalimat atau proposisi yang dijadikan
dasar penarikan kesimpulan di dalam logika (KBII).
Proforma a untuk pantas-pantas atau untuk basa-basi sekedar mengikuti tata
cara yang berlaku (KBBI).
Proliferasi n Bio 1 pembiakan yg subur; 2 perbanyakan bentuk yang sama,
terutama sel dan kista yg abnormal (KBBI, 2002)
Polarisasi n pembagian atas dua bagian (kelompok orang yang berkepentingan, dsb)
yang berlawanan.
Reshuffle perubahan susunan (of a cabinet)
Retardasi n perlambatan pembaharuan (sebagai lawan akselerasi); --mental
gangguan perkembangan inteligensi, disebabkan oleh gangguan sejal dl
kandungan sampai masa perkembangan dini sekitar lima tahun (Balai Pustaka,
2002:953)
Retreatisme Sos proses yang terjadi apabila nilai-nilai yang berlaku tidak dapat
dicapai melalui cara yang telah melembaga, tetapi warga masyarakat
mempunyai kepercayaan yang mendalam sehingga mereka tidak mau
menyimpang dari kaidah yang telah melambaga
Retrogresi n 1 kemunduran; 2 pemburukkan; penurunan
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, Balai Pustaka)
Revivalisme, bagi umat Kristen, merupakan kebangkitan rohani yang dalam kehidupan sehari-hari lebih lazim disebut kebangunan rohani. Revival sendiri berarti kebangkitan. Revivalisme merupakan suatu bentuk kehidupan beragama dan peribadahan yang mengutamakan usaha untuk membangkitkan semangat kerohanian melalui khotbah dengan dukungan suasana ibadah yang menunjang, termasuk paduan suara gereja, orkestra, dll. Yang menjadi sasaran di dalam kebangunan rohani adalah hati, bukan otak (Ensiklopedi Nasional Indonesia. 1990. Ensiklopedi Nasional Indonesia (Cet. I). PT Adi Pustaka: Jakarta.
Revivalism 1 : the spirit or kind of religion or the methods characteristic of religious revivals 2: a tendency or desire to revive or restore (Babcock G., 1996:1994) Babcock G., Philip (Ed.). 1996. Webster’s Third New International Dictionary of the Language Unabridged. G. & C. Merriam Company: Springfield, Massachussetts, U.S.A.

Sinektika n teori atau sistem tentang pernyataan persoalan dan pemecahannya
berdasarkan pemikiran kreatif dengan menerapkan analogi dan majas dalam
pertemuan atau diskusi tidak formal di antara sejumlah kecil peserta dari
berbagai bidang keahlian. KBBI.
Segregasi n pemisahan (suatu golongan dari golongan lainnya); pengasingan;
pengucilan.
Seketika adv saat itu juga; waktu yang tidak lama (KBBI)
Sirr hati nuraninya (Ibn Abi Ishaq Muhammad ibn Ibrahim Ibn Ya’qub Al-Bukhari
Al-Kalabadzi. Cet. V. 1995. Al-Ta’aruf li-Madzhabi Ahl Al-Tashawwuf.
Penerbit Mizan. Bandung. Hlm. 27)
Skisma n perpecahan dl agama (KBBI)
Skisma, yaitu perpecahan di antara pemeluk setia (Jurnal Ilmu Sosial, LIPI)
Skizofrenia suatu psikosa fungsional dengan gangguan utama pada proses
berpikir serta disharmoni (perpecahan, keretakan) antara proses berpikir, afek/emosi, kemauan dan psikomotor disertai distorsi kenyataan, terutama karena waham dan halusinasi; asosiasi terbagi-bagi sehingga timbul inkoherensi, afek dan emosi menjadi inadequat, psikomotor menunjukan penarikan diri, ambivalensi dan perilaku bizar. Jenis-jenis : simplex, hebefrenik, katatonik, paranoid, episoda skizofrenia akut, skizo-afektif, residual dan skizofrenia anak (Maramis, 2004: 766)
Sofistikis bersifat pemikiran yang mendalam (Nata, 1995:207)
Sosiologi pengetahuan atau ilmu tt sifat, perilaku, dan perkembangan
masyarakat; ilmu tt struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya
(KBBI)
Sosiologi “Sociology is the study of social proces revealed in the continuity of
group life” (Bogardus dalam Susanto, 1986: 50). Susanto, Astrid S. 1986.
Filsafat Komunikasi. Penerbit Binacipta: Bandung.
Sociology studi ilmiah; organized community
Sosiologi “the study of the social processes which function through social groups in
the developing and naturing of personalities” (Bogardus dalam Susanto,
1986:51).
Sosiologi pengaruh faktor-faktor sosial terhadap kesehatan dan gangguan jiwa,
seperti struktur dari fungsi sosial, perubahan sosial, interaksi individu
dan kelompok serta interaksi antar-kelompok (Maramis, 1980:23).
Substansi n 1 watak yang sebenarnya dr sesuatu; isi; pokok; inti; 2 unsur; zat:
pembakaran terjadi sebagai hasil persenyawaan sebuah – dgn oksigen; dl
konferensi akan dihimpun – masalah yang akan kita bicarakan dl
pertemuan tingkat tinggi mendatang; 3 kekayaan; 4 harta: pikiran itu
merupakan – yg tidak kelihatan; (KBBI).
Subversi n gerakan dl usaha atau rencana menjatuhkan kekuasaan yang sah dengan
menggunakan cara di luar undang-undang (KBBI)
Sufisme n nama umum bagi berbagai aliran sufi dl agama Islam (KBBI)
Sufisme suatu gerakan klasik mistisisme dan reaksi atas legalisme dan kekakuan
ortodoks. Sufisme merupakan suatu sekte yang berusaha mencapai hubungan
yang lebih dekat dengan Tuhan. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang
hati-hati atas kaidah-kaidah keagamaan. - H.H.T.
Suluk1 n 1 jalan ke arah kesempurnaan batin; tasawuf; tarekat; mistik 2 pengasingan
diri; khalwat.
Suluk1 Jw n nyanyian (tembang) dalang yang dilakukan ketika akan melakukan suatu
adegan (babak) dalam pertunjukan wayang.
Susila Budi Dharma (Subud)
Tarekat satariah tarekat Syekh As-Syatari yang di Indonesia dikembangkan oleh
syekh Abdul Rauf (Kamus Bahasa Indonesia)
Tarantisme n Dok penyakit histeria yang menyebabkan penderita menari-nari
(KBBI).
Tawassul memohon kepada Allah melalui orang yang diyakini memiliki derajat
kemuliaan
Tasawuf n ajaran (cara dsb) untuk mengenal dan mendekatkan diri kpd Allah
sehingga memperolah hubungan langsung secara sadar dng-Nya (KBBI)
Tipologi berarti suatu cara menggolong-golongkan sejumlah orang yang dipandang
memiliki tipe yang hampir bersamaan (Sujanto, Agus (et.al). 2004. Psikologi
Kepribadian. Bumi Aksara: Jakarta. Hlm. 19).
Tipologi ilmu watak tentang bagian manusia dalam golongan-golongan menurut
corak watak masing-masing (KBBI)
typology ty.pol.o.gy …d: study and esp. analysis or division of humanity in terms of social types =management relations (Bobcock, 1966:247).
Tipologi: salah satu metode yang digunakan ahli sosiologi untuk mengklasifikasi topik dan tema sesuai dengan tipenya, kemudian dibandingkan dengan topik dan tema yang mempunyai tipe yang sama. Pendekatan ini sering digunakan untuk memahami ilmu-ilmu manusia, dan dapat digunakan dalam ilmu perbandingan agama (Tholchah, et.al., 2003:214). Tholchah H., Muhammad et.al. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis. Lembaga Penelitian Universitas Islam Malang kerjasama dengan Visipress: Surabaya.
Tariqat aliran dalam tasawuf, perkumpulan para pengamal ajaran tasawuf, organisasi
tasawuf, terdapat guru, murid, wirid dan seterusnya (Nata, 1995:207)
Teleologi n teori atau ajaran bahwa semua kejadian (setiap gejala) terarah pada
suatu tujuan (KBBI)
Sebab yang sebanarnya vera causa
Wahdat al-wujud kesatuan eksistensi (Kazemi M., Ahmad. 2005. Kehadiran
Tasawuf-Persia dalam Literatur Nusantara (Malaysia-Indonesia) dalam
majalah Islamia VOL II NO.3/Desember 2005. hlm. 105).
Waham n keyakinan atau pikiran yang salah karena bertentangan dengan dunia nyata
serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika; sangka; curiga
(KBBI).
Waham suatu gangguan isi pikiran; sebuah keyakinan yang tidak sesuai dengan
kenyataan; diwarnai oleh latar belakang kebudayaan serta inteligensi orang itu.
Terdapat bermacam-macam waham yang dinamai sesuai dengan keyakinan
itu, umpamanya: waham paranoid, kejaran, sindiran, hubungan, dosa,
nihilistik, kebesaran dan sebagainya (Maramis, 2004: 770).
Wasilah mediator atau perantara.