Selasa, 07 Juni 2011

Buku di Malang Tempoe Doeloe

Buku di Malang Tempoe Doeloe

Karena sebuah alasan, Sabtu, 21 Mei 2011 saat itu saya pergi ke Malang. Saya berangkat dari rumah, Nganjuk, pukul 08.00 dengan mengendarai sepeda motor dengan silinder 110 cc. Saya tiba di salah satu kabupaten di Jawa Timur itu pukul 11.45, di sebuah tempat di kawasan kampus. Perjalanan melewati Kecamatan Pare, Kediri, dan Pujon, Malang itu merupakan kali pertama bagi saya. Jika melihat atlas maka rute itu menembus kompleks pegunungan Anjasmoro dan pegunungan Kawi. Jalan beraspal yang berkelak kelok, tebing di sisi jalan, dan aroma hutan pegunungan pun menjadi pemandangan yang khas.

Sabtu itu pula, sekitar pukul 13.00, agenda selama di Malang adalah mengunjungi Malang Tempoe Doeloe (MTD). MTD ini mirip bazar, tetapi dengan nuansa zaman dulu. Misalnya bangunan stan, pakaian yang dikenakan, sebuah motor juga satu dua mobil yang dipamerkan, serba mengesankan zaman dulu. Kebanyakan stan menyajikan makanan, minuman yang mengingatkan saat masa kecil. Misalnya gulali. Jadi, makanan di stan itu juga dijual. Selain itu, juga ada stan yang menawarkan hasil kerajinan. Misalnya wayang.

Awalnya, saya bertanya-tanya dalam hati apakah di MTD ini ada stan yang menjual buku, khususnya buku-buku lama. Akhirnya ada juga sebuah stan yang khusus menjual buku-buku terbitan lama. Selain buku juga ada majalah yang juga terbitan lama. Misalnya terbitan sebelum tahun 1995. Semua bacaan itu dijual.

Saya terkesan dengan stan khusus yang menyediakan buku maupun majalah terbitan lama ini. Ada sejumlah buku jenis pemikiran. Misalnya pemikiran intelektual Muhammadiyah. Ada juga karya sastra berjudul Karier dan Jodoh karya La Rose. Entah semuanya terbitan kapan, yang jelas diterbitkan sebelum tahun 2000. Sepertinya pemilik stan itu sengaja membidik pembaca dari kalangan mahasiswa dan umum.

Saya juga heran dengan diri saya sendiri. Dulu sewaktu masih menjadi mahasiswa, khususnya rentang antara tahun 2007 sampai 2008 terkadang saya tidak bisa menahan untuk tidak membeli buku terbitan lama yang menarik saya. Misalnya buku berjudul Sinonim (1989) oleh Soedjito, terbitan Sinar Baru Bandung. Saat itu kalau tidak salah harganya Rp 15.000,-. Namun, 21 Mei 2011 itu saya tertarik dengan judul Karier dan Jodoh karya La Rose itu. Akan tetapi, saya tidak ingin membelinya. Bahkan, menanyakan berapa harganya pada penjual pun saya enggan. Akhirnya setelah itu saya menyesal mengapa saya tidak menanyakan harganya.

2 komentar:

  1. Sayang saya tahun ini tidak sempat ke MTD, tahun 2010 bersamaan dengan diklat perpustakaan di MAN 3 Malang sehingga bisa jalan-jalan di MTD.

    BalasHapus
  2. Btw, andai Nganjuk punya penjual-penjual buku seperti di Malang.

    BalasHapus